Pernahkan anda mendengar tentang Requirement Engineering?
Jika pernah, selamat!!
Jujur saja... saya belum pernah mendengar tentang Requirement Engineering. Saya pun juga tidak akan tahu jika saya tidak mengikuti mata kuliah Software Engineering semester ini. Dan dari mata kuliah tersebut, saya bisa mengetahui apa itu Requirement Engineering dan apa saja manfaatnya.
Selasa, 24 Februari 2009
Saya membaca dari referensi - referensi dari internet yang berkaitan dengan Requirement Engineering (RE). Salah satunya saya mendapatkannya di http://romisatriawahono.net/2006/04/29/menyegarkan-kembali-pemahaman-tentang-requirement-engineering/
Di sana disebutkan apa itu RE.
Requirements engineering adalah fase terdepan dari proses rekayasa perangkat lunak (software engineering), dimana software requirements (kebutuhan) dari user (pengguna) dan customer (pelanggan) dikumpulkan, dipahami dan ditetapkan.
Para pakar software engineering sepakat bahwa requirements engineering adalah suatu pekerjaan yang sangat penting.
Fakta membuktikan bahwa kebanyakan kegagalan pengembangan software disebabkan karena adaya ketidakkonsistenan (inconsistent), ketidaklengkapan (incomplete), maupun ketidakbenaran (incorrect) dari requirements specification (spesifikasi kebutuhan).
Jadi RE itu bermula dari customer yang memiliki sejumlah masalah di mana kita harus menganalisa apa yang customer inginkan. Menganalisa masalah tersebut dilakukan dengan sejumlah task yang dilakukan oleh project stakeholder.
Stakeholder adalah setiap orang yang mempunyai direct interest terhadap pembangunan sistem tersebut, dan stakeholder ini bisa dari pihak vendor atau client.
Di dalam proses menganalisa requirement ini pasti ada gap antara client dan project manager. Untuk mengatasi gap ini dibutuhkan IEENSVM (Inception, Elicitation, Elaboration, Negotiation, Specification, Validation, dan Management).
Setelah proses ini, maka akan dihasilkan sebuah work product yang terdiri dari user scenario, function atau feature list, dan analysis model specification.
Berdasarkan generic process framework, requirement engineering termasuk di bagian communication dan planning. Generic process framework ini sudah pernah saya jelaskan di Software Engineering : Why do We Need It ?
IEENSVM itu terdiri dari :
1. Inception
- Merupakan proses inisialisasi.
- Mendapatkan informasi seobjektif mungkin tentang tujuan dan pengaruh aplikasi
- Mengidentifikasi masalah stakeholder
- Viewpoints, Mengetahui perspektif terhadap aplikasi dari stakeholder
- Cllaborate, Crosscheck terhadap hasil analisa perspektif stakeholder
- 1st question, Merupakan pertanyaan basic kepada stakeholder.
Misalnya siapa yang membutuhkan aplikasi ini?
2. Elicitation
- Menarik informasi dari client supaya kita bisa membuat system requirement lebih lengkap baik dari segi bisnis dan teknis.
- Membagi - bagi requirement ke dalam functional dan non functional yang masing - masing dibagi - bagi ke dalam 3 kategori, yaitu conscious (bersifat pasti), unconscious (common sense), dan undreamed (relevan atau tidak).
- Dari requirement tersebut dibuat menjadi Requirement Matrix yang menggolongkan requirement ke dalam beberapa aspek yang terlibat, seperti security, core business, dll.
3. Elaboration
- Prinsipnya adalah menguraikan.
- Tahap ini akan menghasilkan data model, use case diagram, activity diagram, swimlane diagram, data flow diagram, state diagram, dan sequence diagram.
- Data model diagram adalah sesuatu yang memiliki deretan di atribut composite yang nantinya bisa dibuat relationship nya.
- Use Case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem.
- Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir.
- Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum.
- Perbedaan antar activity diagram dan swimlane diagram adalah swimlane merupakan activity diagram yang dibagi - bagi berdasarkan objek yang terlibat.
- State diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima.
- Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu.
- Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.
http://afif.web.id/kuliah/uml.ppt
4. Negotiation
- Menghasilkan win-win solution
- Bukan kompetisi, membuat orang percaya kalau mereka mendapatkan bagian yang paling besar.
- Strategy, ada banyak strategi yang harus dipersiapkan dan diperlukan apabila alternatif pertama tidak disetujui.
- Listen, kita perlu mendengar dari orang lain apa yang diinginkan.
- Other's interest, peka untuk melihat kepentingan yang melatarbelakangi.
- Bukan personal, semua saran dan kritik jangan dihadapi secara personal.
- Creative, kreatif dalam memberikan solusi.
- Commit, komitmen dengan hasil negosiasi yang sudah ditetapkan.
5. Spesification
- Menghasilkan Software Requirements Specification
- Menjelaskan WHAT bukannya HOW.
- Harus hati - hati terhadap assumption dan scope. Kita harus menuliskan semua asumsi yang ada dan memberikan batasan yang jelas terhadap pekerjaan kita.
- Clien yang bertanggung jawab terhadap project ini harus menandatangani SRS ini.
6. Validation
- Consistent role-role nya
- Abstraction, penyaringan informasi harus benar
- Necessary, memasukkan data yang benar-benar dibutuhkan saja
- Unambigous, tidak perlu memasukkan kata-kata yang mendua arti yang membingungkan
- Partitioned, dikelompokkan
- Conflict, apakah kelompok-kelompok yang dihasilkan di partition mengalami konflik
- Mapping, apakah ada fungsi (terutama yang fuctioned) bisa diterjemahkan ke dalam fungsi aplikasi
- Testable, apakah bisa ditest
- Achievable, mungkin atau tidak dikerjakan
- Attribution, siapa saja yang minta requirement
7. Management
- Menghasilkan traceability table
- Membantu untuk dependency, features, subsystem, source, dan interface
- Table nya hampir sama dengan Requirement Matrix, yang sama - sama terdiri dari requirement yang dikelompokkan ke dalam aspect-aspect.
Selain itu, saya juga belajar tentang Business Letter. Business letter itu digunakan untuk menjelaskan suatu tujuan (purpose) dan sebagai record, bukti jika sewaktu - waktu dibutuhkan.
Di dalam business letter terdapat subject (apa yang ditulis), audience (untuk siapa), purpose (kenapa ditulis), dan style / organization (bagaimana menulis).
Bagian - bagiannya adalah : state the point (tujuan secara general), explain (menjelaskan lebih detail tujuan menulis), dan conclude,request acion, atau thanks for response.
7 Gaya menulis business letter ini :
- Conversational
- Clear
- Concise
- Complete
- Concrete
- Constructive
- Correct
Jadi, untuk menulis sebuah business letter itu tidak boleh sembarangan. Ada aturan - aturannya bagaimana menyusun sebuah business letter yang baik sehingga pembaca dapat mengerti maksud dan tujuan kita menulis business letter tersebut.
Resources :
http://afif.web.id/kuliah/uml.ppt
http://romisatriawahono.net/2006/04/29/menyegarkan-kembali-pemahaman-tentang-requirement-engineering/
Friday, February 27, 2009
Requirement Engineering : What is that ?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment